Tahukah sobat … Pohon besar setinggi 18 meter, setelah diolah hanya menghasilkan 14 Rim kertas, bisa dibayangkan berapa banyak pohon yang harus ditebang karena kebutuhan kertas yang sangat banyak dimana-mana.

Menjadikaya raya dan memiliki simpanan yang cukup di hari tua nanti adalah impiansemua orang. Jika Anda membaca artikel ini dengan gadget masing-masing, baikmenggunakan mobile data maupun wi-fi kafe, maka selamat, Anda samasekali jauh dari kata miskin! Akan tetapi, wajib hukumnya bagi kita semua untukterus meningkatkan derajat hidup demi masa depan yang lebih baik. Dan untukitu, rasanya semua sepakat pada satu aturan berikut: jangan malas.

Tapi, ups, rupanya itu saja tidak cukup. Adatiga hal yang perlu diperhatikan supaya Anda tidak akan terjebak dalam kondisikeuangan yang begini-begini saja—atau bahkan lebih parah: malah jadi miskin.Yuk disimak apa saja!

1. Tidak Bisa Membedakan Mana “Wants”,Mana “Needs”

Tendensiini paling banyak menyerang dewasa muda usia 20-40 tahun. Padahal nih, usiaproduktif seperti saat ini adalah masa energi sedang paling prima dan palingbagus digunakan untuk menyabet kesuksesan di pekerjaan masing-masing. Tapi adasaja godaan menjaga gengsi yang membuat kita mau menggelontorkan barang-barangmahal yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat. Singkatnya, membeli barang untukgengsi is so last year.

Jadi,mulailah mengecek harga kopi harian Anda. Atau sederet aksesoris yang rutinAnda beli meski Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Singkat kata, bedakanantara mana yang hanya keinginan sesaat dan mana yang benar-benar Andabutuhkan. Ingat, para orang kaya dunia seperti Bill Gates dan kalibernya justruhidup sederhana.

2. Kebanyakan “Uang Diam”

Paraorangtua dari dulu sering menasihati kita: hemat pangkal kaya. Rajinlahmenabung, agar hidup terjamin di masa tua. Sayangnya, nasihat ini memang benar—tapisebenarnya tidak terlalu benar.

Apapasal? Yah, terlalu lama menyimpan yang sebenarnya malah justru membuat kitamerugi. Soalnya, laju inflasi rupiah sedang gila-gilanya. Menurut data daribank dunia, sejak 2013 hingga paruh 2018 kemarin saja sudah ada 30% kenaikannilai inflasi. Jika dalam 5 tahun saja kenaikannya sebesar itu, bisadibayangkan seberapa minimal nilai simpanan Anda dalam sepuluh tahun. Uang 100juta Anda pada 2018 kemarin, sama saja dengan 70 juta pada 2013 lalu.

Makanya,orang pintar biasanya menggunakan simpanan sebagai “uang bergerak”. Caranya,berinvestasilah! Anda tidak harus jadi pialang saham, karena investasi bisamemiliki banyak bentuk. Menggunakan uang Anda untuk berbagai kursus demimeningkatkan kualitas diri juga termasuk investasi. Jadi, jangan pelit samadiri sendiri! Ingat, tetap diam di zaman yang selalu bergerak adalah langkahbunuh diri.

3. Terlalu “Nrimo”

Andaadalah seorang pemilik usaha kecil yang memiliki ijazah S2 dan dengan itu, Andasudah merasa menggenggam dunia. Jangan! Karena, sifat terlalu cepat berpuasdiri seperti ini sangat berbahaya untuk masa depan Anda. Dunia bergerak enganmoda persaingan yang sangat cepat, jadi Anda harus selalu bergerak.

Orang-orangtersukses dunia biasanya punya target secara priodik; target mingguan, bulanan,tahunan, dan seumur hidup. Target yang besar dan terasa menantang akan membuatAnda selalu merasa bergairah menjalani hari, dan mendatangkan sukses dengansendirinya tanpa Anda sadari.

Nah, jadiwaspadailah tiga hal tadi, ya! Teruslah mengejar sukses bersama kami.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.