Cemilan satu ini salah satu yang paling favorit di lidah, namanya Crepes. Balutan renyah kulitnya menyatu dengan lembutnya lelehan coklat keju bercampur dengan potongan pisang manis.

Saya tidak akan membicarakan lebih lanjut tentang rasa makanan ini, tapi bagaimana cara kasir sebuah outlet D’Crepes selalu ‘menghipnotis’ konsumennya sehingga para konsumen ini tanpa sadar menambah jumlah pembelian dari yang seharusnya.

Mengapa saya perlu menceritakan ini? Tidak lain karena Anda bisa menerapkannya ke dalam bisnis online Anda, dan ini bisa meningkatkan omset penjualan Anda. Mantap kan! Udah siap? Yuk!

Sebelumnya perlu diketahui, Upselling adalah teknik penjualan dimana penjual akan menawarkan, atau lebih tepatnya memberi sugesti kepada pembeli sehingga pembeli mau membeli lebih banyak dan sebelumnya.

Jika Anda selalu ditawarkan pulsa oleh kasir Alfamart saat mau membayar, maka itu adalah salah satu bentuk promo upselling yang sudah dijadikan standar prosedur saat melayani konsumen.

Atau misalkan Anda pernah makan di KFC atau restoran cepat saji lainnya, dimana Anda akan ditawarkan untuk upgrade size minuman, tambah kentang, tambah pudding, tambah CD Album Sherina, dan lainnya sampai-sampai kita bilang enggak beberapa kali, karena tidak terpancing. Hahaha.

Tapi tunggu, mungkin Anda tidak terpancing, namun konsumen lain bisa saja tertarik. Usaha upselling ini memberi peluang untuk closing lebih banyak. Dan karena posisi pembeli memegang dompet untuk membayar, tentu rasanya bukan masalah untuk menambah dua ribu sampai lima ribu rupiah.

Teknik upseeling ini juga digunakan oleh D’Crepes

Karena cukup sering makan D’Crepes, dan biasanya perlu 5 menit untuk menunggu pesanan saya jadi, saya sering memperhatikan bagaimana kasir memberi sugesti upselling kepada pembelinya, dan lumayan manjur.

Kira-kira seperti ini tampilan menunya. Menu lama, hanya untuk ilustrasi saja. Beberapa pilihan menu crepes sudah termasuk minuman, atau bisa tambah 2500-3500 untuk minuman yang lebih menarik.

  • Kasir: Pesanannya Choco Cheese (menu 9) ya kak.
  • Kakak: [jawaban]
  • Kasir: Mau tambah double cheese-nya?
  • Kakak: [jawaban]
  • Kasir: Coklatnya silverqueen atau toblerone?
  • Kakak: [jawaban]
  • Kasir: Minumnya Nu Green Tea atau Nu Milk Tea?
  • Kakak: [jawaban]

Pertama, kasir menawarkan tambah double cheese dengan harga 2500, tapi tidak disebutkan oleh kasir ataupun di menu. Kasir baru akan sebutkan harga ketika konsumen bilang iya.

Kedua, kasir menawrkan pilihan (kata atau) Silverqueen atau Toblerone. Padahal yang dimaksud di menu 9 adalah coklat regular biasa. Silverqueen dan toblerone adalah upgrade menu itu senilai lebih dari 5000.

Ketiga, kasir memberi pilihan minuman Nu green tea atau nu milk tea. Halus sekali, padahal di menu jelas terlihat nu milk tea adalah menu upgrade dengan menambahkan 2500.

Jika konsumen tersebut pasif dan tidak teliti, maka pilihan yang diberikan kasir pasti akan dilahap dengan sempurna. Upselling sukses. Hehehe.

Lalu bisakah hal ini diterapkan di online shop kita? Tentu bisa. Bisa contoh menu crepes diatas, begitu juga cara menawarkan produk lain atau upgrade melalui chat. Jadikan cara ini sebagai prosedur standar, karena ini bisa menjadikan penjualan Anda meningkat dari sebelumnya.

Dibawah ini adalah contoh yang saya lakukan di online shop saya. Anda juga pasti bisa 😉

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.