10 Budaya Positif Orang JEPANG yang Bisa Jadi Teladan - BintangTop.com

10 Budaya Positif Orang JEPANG yang Bisa Jadi Teladan – BintangTop.com

Di antara banyak negara Asia, Jepang bisa menjadi salah satu percontohan yang
baik dalam memotivasi negara lainnya untuk berkembang.

Tidak ada yang sangka bahwa
negara yang kini begitu produktif dan maju ini dulunya sempat luluh lantak pada
tahun 1945 karena mendapat serangan bom atom di kota
Hiroshima dan Nagasaki.

Karya-karya Jepang yang begitu
memukau mulai dari produk teknologi hingga anime membuat para konsumen dari
dalam maupun luar negeri begitu menyukainya. Kira-kira apa sih rahasia yang
membuat masyarakatnya bisa begitu berkembang?

Nah, berikut ini beberapa
kebiasaan mereka yang sudah berakar hingga menjadi budaya positif sehingga pas
menjadi tauladan buat para sobat XaXiXu.com semua.

1. Dibalik inovasi teknologi mereka yang maju, ternyata mereka tidak
ketergantungan gadget lho.

Meskipun masyarakat Jepang juga
terkenal produktif sebagai negara penghasil beragam teknologi, ada hal kontras
yang bisa kamu temukan di dunia pendidikannya.

Dengan alasan mencegah
diskriminasi agar tidak terjadi ketimpangan sosial antara ekonomi berkecukupan
dan tidak, maka sekolah di Jepang melarang siswanya membawa gadget.

Selain itu, siswanya juga bisa
lebih fokus menerima dan memahami pelajaran tanpa harus terganggu karena
bercengkerama dengan gadget-nya.

Nah, buat kamu yang masih ogah
terpisah dari gadget-nya bahkan sampai ke WC sekalipun sepertinya harus lebih
mengontrol diri. Kamu enggak mau dikatakan sebagai orang yang tidak peka dan
egois kan
karena tidak mementingkan dunia nyata?

2. Waktu sangatlah berharga bagi kebanyakan masyarakat Jepang.

Bahkan, biasanya mereka tidak
segan menghabiskan berlembur-lembur ria untuk bekerja.

Kebanyakan dari warga Jepang
terkenal workaholic alias gila kerja. Selain itu, mereka begitu disiplin
terhadap waktu kerja sehingga mereka selalu berangkat lebih awal agar tidak
telat.

Uniknya lagi, mereka juga doyan
pulang telat saking asyiknya bekerja. Pulang lebih cepat memberikan kesan bahwa
pegawai tersebut kurang dibutuhkan. Mereka rela bekerja ekstra dan memberikan
performa terbaiknya. Salut!

3. Jepang punya budaya ogah ditraktir atau mentraktir. Mereka berusaha
untuk mandiri.

Budaya bukan cuma perilaku yang
terjadi begitu saja, tetapi merupakan hasil tempaan sejak kecil. Nah, sejak
kecil anak-anak Jepang dididik untuk tidak berhutang dan bersikap mandiri.

Bahkan, mereka terbiasa membawa
peralatan sekolahnya sendiri agar lebih mandiri. Selain itu mereka jadi semakin
terlatih bertanggung jawab dengan barang kepemilikannya.  Jadi, tak heran hal tersebut membuat mereka
juga tak memiliki kebiasaan mentraktir.

4. Kebiasaan membaca buku menjadi hal lumrah di Jepang.

Kalau kamu menemukan banyak orang
Jepang di berbagai tempat menghabiskan waktunya membaca itu sih hal biasa.

Yup, kebiasaan membaca menjadi
semacam kegiatan asah otak bagi mereka. Beragam jenis buku pun mereka lahap,
mulai dari pelajaran, komik, majalah, koran, hingga bacaan elektronik lewat
gadget.

Nah, buat kamu yang suka bengong
atau bingung mengisi waktu saat dalam perjalanan atau senggang bisa meniru
kebiasaan ini nih.

5. Menjunjung tinggi bahasa lokal

Berbeda halnya dengan
negara-negara berkembang yang kebanyakan rela menampa kemampuan berbahasa
Inggrisnya, Jepang justru sebaliknya.

Orang Jepang rata-rata malah
kurang begitu fasih dalam berbahasa Inggris. Bagi mereka, bertambahnya nilai
atau kemampuan seseorang bukan justru membanggakan budaya asing atau bahasanya.

Tidak salah kalau akhirnya budaya
dan bahasa Jepang begitu digandrungi oleh negara lain, termasuk Indonesia.

6. Orang Jepang terbiasa santun dan hati-hati berkomunikasi, bahkan
untuk orang tak dikenal.

Orang Jepang membiasakan diri
untuk berhati-hati dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jadi, tidak heran
jika mereka cenderung ramah dan bersahabat.

Bahkan kebiasaan menyapa dan
mengucapkan salam kepada orang lain sering juga dilakukan kepada orang yang
belum dikenalnya.

7. Kebiasaan mengevaluasi diri dan menghargai proses menjadikan pribadi
orang Jepang selalu berkembang.

Orang Jepang kebanyakan sering
tidak berorientasi pada hasil tetapi juga pada proses yang dilaluinya.

Nah, jika hasilnya sudah sesuai
dengan yang diharapkan, mereka tidak serta merta puas dan bersantai begitu
saja. Mereka terus mengevaluasi dan terus berinvasi dengan hasil yang telah
didapatkan. Buktinya, lihat saja karya bangsa mereka yang luar biasa.

8. Makanan sehat sudah jadi santapan lumrah bagi orang Jepang.

Letak geografis Jepang yang dekat
dengan lautan mendukung kebiasaan masyarakat Jepang semakin doyan makan ikan.

Mereka punya kepercayaan bahwa
makanan yang terlalu lama dimasak akan menghilangkan kandungan gizi yang ada di
dalamnya. Jadi, tak heran kalau mereka suka makanan mentah.

Makanan sehat lain yang jadi
kegemaran orang Jepang seperti yogurt, acar, dan tofu ternyata membuat daya
tahan tubuh mereka baik karena mengandung isoflavon.

9. Disiplin dan konsisten dengan aturan yang sudah ada dalam
kesepakatan

Ada hal unik lainnya dari kebiasaan Jepang
yang lebih suka mengambil jalan lain ketimbang menggangu pengemudi lainnya.

Nah, apalagi kalau urusan mengantre
mereka sangat disiplin. Mereka tak akan menerobos antrian orang di depannya.
Alasannya, aturan untuk dipatuhi demi kepentingan pribadi dan bersama.
Sesederhana itu kan.

10. Orang Jepang begitu menghormati budayanya bahkan tidak lekang
karena modernisasi.

Kemampuan orang Jepang berbahasa
Inggris yang kurang baik salah satunya disebabkan apresiasi mereka yang tinggi
kepada budaya lokal. Seiring modernisasi, budaya asli tidak sedikitpun mereka
tinggalkan dan tetap lestari di kehidupan hingga kini.

Salah satunya mereka bangga dengan tulisan / karakter asli jepang – kanji, bagaimana dengan orang indonesia ??, apakah tidak bangga bahkan melupakan tulisan Ha Na Ca Ra Ka ?? 🙂

Gimana, bagaimanpun juga, budaya
yang patut jadi teladan baik Jepang dan negara lain lahir dari kebiasaan dan
kesadaran dari diri pribadi masing. Yuk, para sobat XaXiXu.com bisa mulai
kebiasaan baik itu dari diri sendiri.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *