2016/08/28

Rumus Rumus Dasar Listrik DC, buat Bekal Ulangan Sekolah

Arus DC (Direct Current), atau arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir 1 arah dari kutub positif ke kutub negatif. Contoh penggunaan arus searah adalah baterai, aki, power bank, dan adaptor listrik.

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa rumus yang berkaitan dalam penggunaan arus searah. Diantaranya adalah Hukum Ohm, Hukum Kirchoff, dan Daya Listrik.
Para sobat BintangTop.com dapat menyimak penjelasan di bawah ini:

Hukum Ohm
Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh George Simon Ohm (1787-1854) melalui eksperimen nya, yang berbunyi Arus listrik (I) yang mengalir dalam kawat logam sebanding dengan beda potensial tegangan (V) yang diberikan pada kedua ujung rangkaian. Maka, secara matematis dapat dituliskan :

I ¥ V
Namun, besarnya kawat yang menghantarkan arus listrik tidak hanya bergantung pada tegangan (beda potensial) tetapi juga pada hambatan suatu kawat tersebut terhadap aliran elektron. Jika diibaratkan arus listrik dengan analogi aliran air, maka suatu hambatan merupakan dinding atau batu-batuan pada sungai, sehingga dapat mempengaruhi besarnya arus. Oleh karena itu, hambatan listrik juga dapat mengurangi besarnya arus. Maka, rumus tersebut disempurnakan menjadi:

I = V/R

Dimana R merupakan hambatan listrik dari suatu kawat penghantar atau komponen elektronik lainnya, V adalah beda potensial dan I adalah arus yang mengalir. Agar lebih mudah mengingatnya, kalian bisa melihat gambar di bawah ini:


Hukum Kirchhoff
Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) merupakan fisikawan jerman yang pertama kali memperkenalkan gagasan tentang analisis arus dan tegangan. Hukum ini terdiri dari Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II. Berikut adalah penjelasan kedua Hukum tersebut:

a. Hukum Kirchhoff I
Kirchhoff I menjelaskan tentang aturan analisis arus pada suatu rangkaian. Hukum ini juga disebut dengan KCL (Kirchhoff Current Law). Berikut adalah bunyi hukum Kirchhoff:

“Jumlah arus total yang masuk melewati titik percabangan adalah bernilai sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan tersebut”
Maka, secara matematis dapat dituliskan dengan:

ƩImasuk = ƩIkeluar
Agar kalian lebih memahami Hukum Kirchhoff II, maka dapat melihat gambar di bawah ini:


b. Hukum Kirchhoff II
Hukum ini juga disebut dengan KVL (Kirchhoff’s Voltage Law). Hukum Kirchhoff II berbunyi sebagai berikut:
“Jumlah total tegangan atau beda potensial di suatu rangkaian loop tertutup adalah bernilai nol”

Supaya lebih memahaminya, lihat ilustrasi di bawah ini:
Rumus Rumus Dasar Listrik DC, buat Bekal Ulangan Sekolah
Maka secara matematis dapat dituliskan dengan:

VR1 + VR2 –Vi = 0

Daya Listrik
Pernahkah kalian mendengar istilah daya listrik? Istilah ini ditunjukkan untuk mengetahui besarnya energi listrik atau pemakaian listrik, contohnya di rumah kita menggunakan daya 2200 Watt. Pengertian daya adalah energi listrik yang digunakan per satuan waktu.

Berikut ini adalah rumus daya:

P = V x I

Dimana P adalah daya listrik (Watt), V adalah tegangan (Volt) dan I adalah arus (A). Daya listrik juga digambarkan sebagai besarnya arus, hambatan dan tegangan listrik dalam satuan waktu.

Nah, begitulah beberapa rumus dasar listrik DC, semoga para sobat BintangTop.com bisa memahami seluruh rumusnya ya. Jangan lupa, sering-seringlah latihan soal, agar menjadi lebih pandai untuk mengerjakan soal soal dasar listrik.

Baca Juga, Artikel berhubungan :




Artikel Selengkapnya Lihat di : DAFTAR ISI ARTIKEL - BintangTop.Com

0 Comments:

Post a Comment

- Tolong di Share ya Guys ! agar artikel diatas juga bermanfaat bagi sobat lainnya.

- Btw ... TerimaKasih, Saya sangat menghargai kesediaan sobat utk berKomentar.
- Silakan berpromosi bagi yang punya web, namun kotak comment hanya bisa -
menampilkan link mati, silakan Manfaatkan link hidup/aktif di bagian Name/urL.