2016/08/28

Kumpulan Rumus Dasar Listrik AC untuk Ujian Sekolahmu

Jika pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang rumus-rumus dasar listrik pada arus searah (DC) pada kesempatan ini kita akan membahas tentang rumus-rumus dasar listrik pada arus bolak balik – Alternating current (AC).

Perbedaan antara arus bolak balik dengan arus searah DC adalah bahwa arus bolak balik AC tidak bergerak dari kutub positif dan negatif, melainkan  arah arus bisa berubah secara bolak balik.
Contoh penggunaan arus bolak balik adalah pada listrik rumah kalian (PLN), dimana jika kalian membolak balikkan steker (colokan) maka alat elektronik tersebut masih berfungsi bukan ?.
                     
Nah, dengan demikian rumus rumusnya juga berbeda, karena nilai tegangan pada arus bolak balik bisa berubah, jadi kita tidak bisa menggunakan rumus pada arus listrik DC.

Berikut ini penjelasannya.
Pertama-tama, untuk lebih memahami bentuk arus bolak balik secara visual, lihatlah bentuk gelombang dari arus bolak balik di bawah ini:

Berdasarkan gambar tersebut, bentuk arus bolak-balik adalah gelombang sinusoidal. Dimana pada gelombang tersebut terdapat puncak positif dan puncak negatif. Nilai puncak positif disebut juga sebagai tegangan maksimum (Vm).

Tahukah kamu berapa besarnya tegangan yang diberikan PLN ke masing-masing rumah?

Jawabannya adalah 220 V. Nah, apakah 220 V adalah tegangan maksimum? Jawabannya bukan itu adalah tegangan efektif. Tegangan efektif inilah tegangan yang bisa kalian ukur menggunakan multimeter atau AVOmeter.

Berikut ini adalah hubungan rumus matematis antara tegangan maksimum dan tegangan efektif.


Sedangkan untuk menghitung nilai arus maksimum dan arus efektif, berikut rumus matematisnya:


Pada arus bolak balik, dapat pula dihitung Tegangan rata-rata, rumusnya adalah sebagai berikut:


Begitu pula, Arus rata-rata, adalah sebagai berikut:


Bentuk rangkaian antara arus bolak-balik berbeda dengan arus searah, jika biasanya pada arus searah sumbernya adalah baterai, pada arus bolak balik simbol sumbernya menjadi sinusoidal. Berikut ini adalah contoh rangkaian arus bolak balik:


Berdasarkan gambar rangkaian di atas, maka persamaan tegangan dan arus sesaatnya adalah:

V = Vm . sin ωt
I = Im . sin ωt

Sedangkan hubungan antara tegangan maksimum dan arus maksimum adalah:

Vm = Im . R

Keterangan:
V = tegangan sesaat/waktu tertentu (V)
I = arus sesaat (A)
R = hambatan (ohm)
ω = kecepatan sudut (rad/s) = 2 . p . f
(frekuensi listrik indonesia = 50 Hz)


Demikianlah beberapa rumus dasar listrik pada arus bolak-balik. Saran untuk sobat BintangTop, berhati-hatilah dalam bermain atau menggunakan arus bolak balik ya, karena selain tegangan besar bisa menyetrum badan kita lho. Selalu minta bimbingan ahli atau orang tua dan gunakan alat pelindung diri. Semoga Bermanfaat!

Baca Juga, Artikel Sebelumnya :




Artikel Selengkapnya Lihat di : DAFTAR ISI ARTIKEL - BintangTop.Com

0 Comments:

Post a Comment

- Tolong di Share ya Guys ! agar artikel diatas juga bermanfaat bagi sobat lainnya.

- Btw ... TerimaKasih, Saya sangat menghargai kesediaan sobat utk berKomentar.
- Silakan berpromosi bagi yang punya web, namun kotak comment hanya bisa -
menampilkan link mati, silakan Manfaatkan link hidup/aktif di bagian Name/urL.