2015/02/09

Waduh !! Bahaya DONAT Renyah Berbahan LILIN & Produk Afkir

Bisnis donat kian melebar, terlihat dengan semakin banyaknya gerai Donut di mall, toko besar, sampai dengan toko kecil, warung, serta para pedagang kaki 5.
Semakin banyak pula donat yang di jual dengan murah meriah, padahal jika dipikir rasanya agak aneh mereka bisa menjual hanya dengan harga Rp 1000 per biji, apa gak rugi ? belum ongkos kerjanya ? …

Akhirnya berhasil diungkap bahwa memang ada beberapa hal yang disembunyikan olah para pedagang doughnut curang sehingga dapat menekan ongkos produksi sekaligus tetap mendapatkan untung yang lumayan.

Investigasi yang dilakukan berhasil mendapatkan salah satu pedagang donat nakal, dimana dalam pembuatannya menggunakan bahan-bahan beracun yang dapat mengganggu kesehatan.

Waduh !! Bahaya DONAT  Renyah Berbahan LILIN & Produk Afkir
I love Donut 
Berikut adalah bahan-bahan berbahaya tersebut :

1. Si pelaku membeli bahan-bahan mulai dari toping coklat/strawberi, tepung, selai kacang, bahkan sampai susu kaleng, dari bahan-bahan jenis curah sekaligus BS/Afkir/Sortir, bahkan Kadaluarsa.
Ternyata setelah ditelusuri, ada gudang penjual bahan-bahan tidak layak konsumsi ini hasil dari koneksi dengan barang-barang produksi pabrik yang sudah mau kadaluarsa, Barang-barang sortiran, dan lainnya.
Bahan-bahan inilah yang kemudian di timbun hingga hitungan ton dan dijual kepada para pedagang lainnya, seperti para pedagang martabak, para tukang kue, donat, DLL.

Menurut pengakuan ibu yang tega menjual donat  tak layak konsumsi ini, gudang penjual bahan curah hanya melayani para pelanggan yang sudah kenal saja, jadi kesannya memang sembunyi-sembunyi, tidak ada plakat yang menunjukkan kepada umum bahwa gudang ini melayani penjualan bahan makanan.
Disini bahan-bahan dijual sangat murah, sebut saja misalnya selai kacang di pasar umumnya harganya Rp 28 ribu, di gudang ini cukup hanya dengan Rp 16 ribu, namun karena memang bahan BS, maka sering ada tengik-tengiknya.

2. Bahan utama lainnya yang dipakai oleh penjual nakal ini, yaitu LILIN.
Tak disangka lilin yang dipakai untuk penerangan ini malah dipakai untuk bahan donat.
Menurut pengakuannya lilin ini berfungsi untuk menjadikan donat benar-benar renyah, tidak mudah gosong, dan warna memikat.
Lilin-lilin putih panjang tersebut di masukkan dalam penggorengan minyak sehingga larut dalam minyak tersebut dan dipakai langsung untuk menggoreng semua donat.

Contoh lilin untuk menggoreng donat

3. Tidak ketinggalan, pelaku juga menambahkan siklamat yaitu bahan pemanis buatan/sintetis. Hal ini tidak lepas dari upaya penghematan dibanding pemakaian gula yang mahal. Disamping murah-Siklamat ini bisa sampai 30x lipat dari manisnya gula.

4.  Setelah semua bahan di dapatkan, si ibu ini pun mulai menjalankan proses pembuatan donat dimana ternyata keluarganya sendiri pun tidak tahu bahwa ia mencampurkan bahan berbahaya bagi kesehatan serta menggunakan bahan curah BS/apkir/bahan sortiran atau kadaluarsa.
Donat-donat yang sudah tampak cantik menawan menggugah rasa dan selera itupun akhirnya di distribusikan ke warung-warung dan kios/rumah makan langganannya.

Si pelaku mengaku mendapatkan cara ini dari tempatnya bekerja dulu, termasuk lilin sebagai perenyah donat, pernah ia coba memakai bahan lain atau tidak memakainya, Ternyata hasilnya kurang memuaskan serta donatnya tidak tampak cantik.

Apakah hanya Ibu ini saja yang mengguankan cara curang dalam memperoleh keuntungan dalam memperoduksi donut ??

Maka …

10 sample diambil secara random dari aneka gerai, warung, serta mall penjual donut.
Lalu di analisa dalam Laboratorium Sucofindo, Hasilnya …
3 sampel – Positif mengandung bahan Lilin.
3 sample – positif mengandung Siklamat di luar ambang batas.

Sebenarnya Siklamat adalah pemanis buatan/sintetis yang digunakan untuk penderita diabetes, dimana penggunaannya tidak boleh melebihi ambang batas 2000.
Bila berlebihan, maka dapat memberikan resiko tumor kandung kemih karena mengandung senyawa karnosigen.


Kepada para sobat bintangtop.com, selalu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan,

Berikut Beberapa Tips untuk membedakan Donat yang baik dan tidak :

A. Cek secara fisik, apakah donat terdapat semacam jamur, hal ini menandakan bahan-bahan BS/kadaluarsa.

B. Secara visual donat yang jelek permukaannya tidak halus, serta lengket.

C. Ketika dimakan, donat yang berbahan pemanis sintetis, atau bahan yang tidak alami, akan terasa getir di lidah.

D. Donat dengan bahan lilin, akan berwarna relatif lebih putih, termasuk kadang meninggalkan lapisan putih tersendiri pada permukaannya.

Dibalik itu semua, si penjual tentu saja masih bisa menyembunmnyikan tanda-tanda diatas dengan cara melapisinya pakai toping, serbuk gula putih, atau cara lainnya.

Untunglah dari 10 sample diatas, masih lebih banyak yang membuat donat dengan cara yang baik dibanding penjual yang curang.

Semoga penjual curang bisa sadar dan dapat mengikuti jejak pebisnis professional lainnya, yang mengedepankan prinsip saling menguntungkan atara penjual dan pembeli.




Artikel Selengkapnya Lihat di : DAFTAR ISI ARTIKEL - BintangTop.Com

1 comment:

  1. Bagi yang memiliki kedai, sebaiknya mulai pikirin deh untuk buka layanan delivery untuk ningkatin omzet Anda. Bagi yang kesulitan untuk mencari Tray untuk delivery bisa coba cek link ini http://www.greenpack.co.id/tray-makanan-greenpack-untuk-restoran/

    ReplyDelete

- Tolong di Share ya Guys ! agar artikel diatas juga bermanfaat bagi sobat lainnya.

- Btw ... TerimaKasih, Saya sangat menghargai kesediaan sobat utk berKomentar.
- Silakan berpromosi bagi yang punya web, namun kotak comment hanya bisa -
menampilkan link mati, silakan Manfaatkan link hidup/aktif di bagian Name/urL.