2015/01/25

5 Bahan BERACUN pada MANISAN BUAH yang Tak Semanis Namanya

BintangTop.com - Apakah sobat termasuk yang orang yang suka beli manisan buah ?? sebaiknya mulai sekarang supaya lebih waspada.
Ada aneka macam jenis manisan, kai ini kita berbagi info manisan buah yang sering di jual di toko-toko, tempat wisata, dan tempat lainnya.
Umumnya manisan ini di taruh dalam kotak-kotak kaca atau Toples besar dan dijual secara gram atau kiloan.

Sayang sekali, manisan buah yang seharusnya menyehatkan tubuh karena berbahan dasar buah tersebut harus dinodai dengan beberapa oknum produsen nakal dengan mencampuri setidaknya 5 macam bahan beracun di dalamnya.

Hasil investigasi mendapatkan salah seorang produsen rumahan telah sekian tahun membuat 2 macam produk manisan dari buah pepaya yang dicampur dengan beberapa bahan yang berbahaya terhadapa kesehatan.

awas 5 Bahan BERACUN berbahaya pada MANISAN BUAH
Aneka manisan buah yang ku juga suka
Produknya telah tersebar di 10 toko langganan, belum termasuk dia sendiri juga menjualnya sendiri di beberapa tempat.
Dari pengakuannya, Manisan cukup laris manis di hari biasa, kemudian produksi meningkat tajam pada saat liburan dan hari raya.

Inilah Material Berbahaya dan Cara salah 1 produsen rumahan yang Curang  dalam Membuat Manisan :

1. Manisan di produksi dalam 2 bentuk, yang satu model tipis panjang seperti keripik dan yang satu model bulat seperti kelereng warna hijau.
Kebetulan keduanya dari buah pepaya muda.
Produsen lain banyak yang memproduksi manisan dari aneka bahan buah berbeda seperti manisan salak, mangga, kedondong, cerme, belimbing, manisan buah nangka DLL. 

Tawas - bahan yang bisananya dipakai untuk di masukkan pada sumur yang keruh dan bau, malah dipakai untuk merendam bahan manisan, katanya perendaman buah dengan tawas selama kurang lebih 6 jam ini bisa menjadikan buah tampak lebih bersih terang dan bagus, serta dapat benar-benar mebersihkan getah buah.

Padahal bahan ini mengandung senyawa logam berat AL, yang tentu saja tidak layak untuk masuk ke dalam tubuh mahluk hidup dan dapat merusak hati/liver.

2. Campuran yang tidak kalah penting yaitu Boraks atau pijer.
Bahan ini ternyata mudah ditemui di pasar-pasar, dijual dalam kemasan plastikan sekitar hanya Rp 2000.
Tujuan utama borax/pijer sebagai pengeras namun tidak getas, serta menjadikan manisan semakin awet tahan lama - tidak mudah rusak dan basi.

Padahal borax/pijer yang menjadi bahan kimia pengawet mayat dan bahan las besi ini sudah jelas berbahaya untuk dikonsumsi dan dilarang untuk di gunakan dalam produk makanan apapun.

3. Tidak berhenti disitu, produsen rumahan ini juga menambahkan Rodhamin B atau pewarna textil, alasannya untuk membuat warna yang menarik.
sedangkan pewarna makanan biasa memang warnanya kurang kentara.

Pewarna tekstil tentu berbahaya bila masuk ke dalam tubuh manusia, dilarang oleh badan kesehatan dunia WHO untuk dijadikan bahan campuran makanan apapun karena bahan kimianya  bisa menjadi pemicu penyakit organ dalam dan kanker.

4. Tidak lupa untuk menhemat ongkos produksi, alih-alih memakai gula pasir yang butuh cukup banyak agar terasa di lidah, maka digunakan pemanis buatan yaitu Sakarin (saccharin), sebenarnya pemanis buatan ini masih boleh terkonsumsi, namun sayangnya sakarin ini di tambahkan dengan tanpa takaran, semua berdasarkan selera dan kira-kira saja sehingga umumnya cukup banyak dalam pencampurannya.

Padahal dalam BPOM, aturan penggunaan pemabis buatan ini harus sangat kecil, yaitu hanyalah 10 mg dalam setiap 1 Kg makanan.

5. Dan terakhir, masih di campurkan pula Asam Sitrat - Penguat rasa, tujuannya manisan lebih terasa enak. Dan cara pencampurannya juga sama … yaitu suka-suka tanpa takaran atau aturan yang berlaku. Hal inilah yang menjadikan timbulnya resiko terhadap kesehatan.

Dari pengakuan salah seorang pembuat manisan home industry, mereka tidak menambahkan aneka bahan beracun diatas hanya jika pembuatannya untuk khusus keluarga dan pesanan saudara mereka sendiri, termasuk gulanya juga pakai gula yang asli.
Mengaku berdosa atas tidandakannya, tapi demi keuntungan … akhirnya cara-cara tidak layak diatas masih terus dijalankan.

Penelitian Manisan di Pasaran …

10 Sample di ambil secara random dari beberapa tempat, toko kecil dan toko besar yang menjual manisan dalam kotak kaca / toples.
Kemudian di analisa dalam laboratorium Unpas …  

Hasilnya :
1 sampel – Positif mengandung borax.
3 sample – positif mengandung senyawa logam berat Aluminium (bahan tawas)
1 sample – Positif mengandung Pewarna tekstil.

TIPS Mengenal / Menghindari Manisan dengan Bahan Beracun :

a. Manisan yang lebih kenyal, umumnya mengandung borax/pijer.
b. manisan yang berwarna lebih menyala, umumnya menggunakan pewarna textil.
c. manisan yang terasa ada pahitnya, bisa pertanda mengandung pemanis buatan yang over dosis.
d. manisan yang tidak rata warnanya, pertanda tidak menggunakan pewarna alami.
e. Bisa dengan buat sendiri manisan di rumah, untuk pengawet alami gunakan kapur sirih sebagai pengganti borak, sekaligus untuk mengeraskan buah tidak mudah rusak.
Manisan dapat pula disimpan di kulkas untuk lebih tahan lama.

Dari hasil uji 10 Sample diatas …
Setidaknya, kita dapat menghargai bahwa Para produsen manisan yang baik masih lebih banyak daripada yang curang dalam pembuatannya.

Semoga diikuti oleh para produsen dan penjual lainya dalam menjual apapun agar tidak sekedar mencari keuntungan semata, melainkan mencari rejeki yang baik pula.




Artikel Selengkapnya Lihat di : DAFTAR ISI ARTIKEL - BintangTop.Com

0 Comments:

Post a Comment

- Tolong di Share ya Guys ! agar artikel diatas juga bermanfaat bagi sobat lainnya.

- Btw ... TerimaKasih, Saya sangat menghargai kesediaan sobat utk berKomentar.
- Silakan berpromosi bagi yang punya web, namun kotak comment hanya bisa -
menampilkan link mati, silakan Manfaatkan link hidup/aktif di bagian Name/urL.