2016/08/29

25 Kerajinan / Kreasi Barang dari Kertas – DIY Paper Craft

BintangTop.com – Namanya juga kertas, tentu saja mudah sekali untuk didapatkan, disamping harganya yang murah, bahkan kalian bisa memanfaatkan buku bekas, koran, maupun majalah bekas, semuanya dapat dibuat sebagai aneka kerajinan tangan yang mudah untuk menjadi kreasi barang baru yang menarik.

Sebut saja seperti cara membuat keranjang dari kertas, gelas, Atk, bikin sendiri gelang dan liontin unik dari kertas, Bunga hias, sampai dengan DIY alat musik dan aneka mainan menarik untuk anak anak, dan sebagainya.

Inilah berbagai artikel yang pernah saya tampilkan dalam BintangTop.com berkenaan dengan cara membuat sesuatu dari Kertas … Yuk … Cekidot …

Kumpulan Tutorial Kerajinan tangan / Kreasi Barang dari Kertas

kerajinan tangan keranjang dari kertas majalah bekas


cara membuat gelang dari kertas koran bekas



cara membuat hiasan dinding dari kertas




cara membuat bando pikachu pokemon go


- Pilih salah satu judul yang kalian suka, semoga dapat meningkatkan daya kreasi kalian …
dimana kalian akan mendapatkan ide dan inspirasi untuk membuat sendiri kerajinan tangan jenis baru dari bahan kertas yang murah meriah ini.
- Kali aja, para sobat BintangTop.com bisa meneruskannya menjadi peluang bisnis bukan ? Who knows ?

 --- ---
- Silakan Berlangganan GRATIS
Artikel kreatif dan topik umum yang terbitkan setiap waktu di BintangTop.com dengan mengisi “Form Berlangganan” di halam blog ini.
- Silakan Share …
Silakan simpan / bookmark halaman ini (CTRL + D) Atau Save page pada Browser HP sobat.

Perhatian :
- Seluruh artikel adalah 100% tulisan kami, dilarang menampilkan di media lain tanpa menyertakan sumber / link menuju BintangTop.com
- Sebagian gambar adalah untuk tujuan ilustrasi, kami tidak menjamin bahwa buatan sobat akan sama dengan yang disampaikan, karena semua tergantung alat dan kondisi lainnya.

Baca Selengkapnya…



2016/08/28

Inilah Fungsi & Komponen TESPEN, serta Cara Menggunakan

Para sobat bintangTop.com tentu sering mendengar alat listrik yang bernama testpen, biasanya alat ini digunakan oleh para teknisi listrik atau sekedar peralatan pelengkap di rumah kalian.

Tespen atau nama lainnya adalah test pen, merupakan alat mirip pena sekaligus obeng yang digunakan untuk mengecek keadaan tegangan listrik pada suatu penghantar.

Maksudnya adalah apakah terdapat tegangan listrik atau tidak, contohnya pada stop kontak atau kabel listrik. Seringkali kita tertukar antara tespen dan obeng minus, karena bentuknya yang mirip.
(gunakan tespen hanya untuk membuka baut / sekrup yang ringan agar terhindar dari kerusakan, selebihnya sebaiknya gunakan obeng minus yang sebenarnya).

Agar lebih jelas, perhatikan gambar berikut …

Bagian Rinci Komponen dalam Test Pen :
fungsi dan komponen dalam test pen
Berdasarkan gambar diatas,
Bagian atas tespen adalah plat logam (metal cap) yang berfungsi sebagai konduktor untuk menghantarkan listrik negatif dari jari kita. Selanjutnya adalah plastik transparan sebagai pembungkus dari tespen yang didalamnya terdapat neon tube (lampu) sebagai indikator.

Apabila suatu penghantar terdapat listrik, maka neon tube tersebut akan menyala. Bagian yang terakhir terletak di bagian paling bawah adalah kontak metal (batang logam), bagian ini dimasukkan / ditempelkan ke penghantar yang akan di uji.
Setelah kita mengetahui bagian-bagian dari tespen, maka selanjutnya akan dibahas …

Cara Pakai Testpen, berikut langkah langkahnya:

1. Siapkan tespen dan letakkan jari kalian di ujung atas tespen.
Perhatian: letakkan jari hanya pada ujung atas tespen, jangan sampai tersentuh bagian bawah tespen.
2. Pastikan plat logam ujung tespen telah tersentuh oleh jari kalian, jika terdapat isolasi silahkan dilepas.

3. Siapkan penghantar listrik yang akan di uji, contohnya stop kontak listrik (lubang colokan). Pastikan stop kontak tersebut memang terhubung dengan listrik.
4. Masukkan ujung bawah tespen (seperti obeng minus) ke penghantar listrik yang akan di uji (stop kontak).

5. Tunggu beberapa saat, apabila lampu indikator tespen menyala maka penghantar listrik tersebut terdapat tegangan listrik. Berikut ilustrasinya:

Inilah Fungsi & Komponen TESPEN, serta Cara Menggunakan

6. Masukkan ujung tespen pada lubang stop kontak lainnya, apabila lampu tidak menyala maka berarti tidak terdapat tegangan.
7. Jika kalian menemukan kondisi seperti langkah 5 & 6 maka stop kontak kalian dalam keadaan normal. Jika menyala keduanya, maka berarti jalur netral/ground dialiri listrik, kemungkinan rusak.

8. Apabila telah selesai, cabut tespen dengan perlahan dan simpan kembali tespen yang baik, agar awet dan tidak mudah rusak.

Sekian pembahasan kali ini, itulah beberapa informasi tentang tespen yang bisa kami berikan kepada para sobat BintangTop.com sekalian.

Ingat, selalu utamakan keselamatan dan keamanan dalam bekerja ya, apalagi saat menggunakan peralatan listrik, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Baca Selengkapnya…



Fungsi & Cara Instal STABILIZER pada Perangkat Elektronik

Apakah sobat BintangTop.com memiliki perangkat elektronik yang tidak tahan lama atau cepat rusak ??, kemungkinan penyebabnya adalah tegangan input dari perangkat tersebut tidak stabil. Kondisi tidak stabil ini adalah tegangan yang naik turun.

Hal ini disebabkan karena distribusi dari PLN, apalagi saat kondisi beban puncak sekitar jam 18.00 sampai dengan jam 22.00.
Salah satu solusi untuk mengurangi ketidakstabilan tegangan tersebut adalah menggunakan stabilizer.

Stabilizer atau AVR (Auto Voltage Regulator) adalah alat yang berfungsi sebagai pengaman agar tidak terjadi lonjakan listrik secara langsung ke perangkat elektronik. ada yang menyebut dengan nama Stavol / Stavolt (stabilizer voltase).
- Prinsip kerjanya mirip seperti kapasitor, yaitu menyimpan tegangan listrik dan kemudian menyalurkannya ke perangkat elektronik tersebut.

Stabilizer atau AVR (Auto Voltage Regulator)
Cara Pasang Stabilizer / Stavol pada Perangkat Elektronik

Agar tidak salah dalam menggunakan stabilizer, perhatikan gambar di bawah ini …
Menjelaskan tentang skema pemasangan stabilizer dengan output perangkat elektronik misalnya komputer.
Fungsi & Cara pasang STABILIZER pada Perangkat Elektronik
1. Siapkan stabilizer sesuai kebutuhan, contoh: 500VA
2. Siapkan komputer atau beban elektronik yang akan ditambahkan stabilizer
3. Cabut kabel komputer dari stop kontak
4. Hubungkan kabel steker dari stabilizer ke stop kontak listrik

5. Biarkan stabilizer dalam keadaan OFF.
6. Hubungkan kabel steker komputer ke output stabilizer
7. Hidupkan stabilizer terlebih dahulu, kemudian hidupkan komputer
8. Biasanya stabilizer memiliki output lebih dari satu, kalian bisa menambahkannya untuk printer atau scanner.

Demikianlah cara instalasi stabilizer untuk kebutuhan perangkat elektronik kalian.

# Selain bisa digunakan pada komputer, stabilizer juga digunakan untuk AC (Air Conditioner), Mesin Cuci, Audio Sound, dan kulkas / Refrigerator.

Tips Membeli / Memilih Stabilizer

- Bijaklah dalam memilih stabilizer. Pilihlah stabilizer dengan kebutuhan daya yang sesuai, misalnya untuk komputer sebesar 500VA dan untuk kulkas sebesar 1000VA.
- Perihal harga stabilizer berkisar antara Rp 200.000,- sampai dengan Rp 12jutaan, bergantung dari kapasitas daya pada stabilizer tersebut.
- Soal merek stabilizer, biasanya yang sering dipakai untuk kebutuhan rumah tangga adalah merek “Matsunaga”, sebab harganya yang terjangkau. Bagus atau tidaknya stabilizer biasanya dinilai dari seberapa tahan lama stabilizer tersebut.

Nah, itulah beberapa ulasan tentang stabilizer. Moga dapat menambah pengetahuan para sobat BintangTop.com sekalian ya !

Baca Selengkapnya…



Yuk Ketahui Alat-Alat listrik di Rumahmu Beserta Fungsinya

Setiap rumah yang telah dialiri listrik pasti di dalamnya terdapat beraneka alat alat listrik untuk mendukung aliran listrik tersebut, apalagi rumah rumah besar di kota. Namun, beberapa alat listrik tersebut tidak kita ketahui namanya.
Padahal … bisa jadi para sobat BintangTop.com sekalian udah biasa melihat setiap hari :)

Mungkin saja ada yang familiar, namun ada kesalahan penyebutan nama sehingga menjadi lucu bagi orang lain yang sudah tahu nama sebenarnya ^_^. Contohnya saja istilah “colokan” yang sangat familiar bagi kita. Nah apa saja sih alat-alat listrik tersebut? Yuk simak penjelasan singkatnya di bawah ini:

instalasi Alat-Alat listrik di Rumahmu Beserta Fungsinya
1. Saklar
Alat ini biasa disebut dengan “cetekan”. Saklar berfungsi untuk memutus atau menyambungkan aliran listrik pada suatu perangkat elektronik. Contoh penggunannnya adalah untuk menyalakan atau mematikan lampu.

Saklar

2. Fitting Lampu
Fitting lampu digunakan sebagai wadah untuk memasang lampu. Apabila tidak menggunakan fitting lampu, kita akan kesulitan menyambungkan lampu ke listrik.
Bagi yang awam, mungkin hanya sekedar menyebut namanya sebagai wadah lampu :)

Fitting Lampu
3. Steker
Steker inilah alat yang biasa disebut dengan “colokan”. Alat ini berpasangan dengan perangkat elektronik misalnya: televisi, kipas, charger, dll. Berfungsi untuk menyambungkan aliran listrik dari stop kontak ke perangkat elektronik.
Steker

4. Stop Kontak
Bentuk alat ini adalah terdapat dua lubang di dalamnya. Stop kontak berfungsi untuk menyambungkan steker ke aliran listrik. Hati-hati jangan sekali kali memasukkan jari anda ke lubang colokan atau stop kontak ini, karena bisa kesetrum :) ajari juga anak anak tentang menghindari bahaya setruman listrik.

Stop Kontak

5. Sekering / Fuse
Sekering berfungsi sebagai pengaman pada instalasi listrik di rumah tangga. Di dalamnya terdapat fuse, apabila terjadi korsleting listrik maka sekering akan terputus. Jadi mencegah terjadinya ledakan akibat korsleting listrik. saat ini model sekering mulai jarang digunakan.
sekering jadul untuk listrik rumah yaitu dari batu berbentuk kerucut, dan sekering yang lebih baru yaitu sekering otomatis seperti pada gambar berikut ...

Sekering / Fuse

6. MCB
MCB merupakan singkatan dari Miniature Circuit Breaker. Alat ini berfungsi sebagai penyambung atau pemutus aliran listrik dari PLN sebelum dialirkan ke beban elektronik. MCB telah menggantikan fungsi sekering.
Miniature Circuit Breaker
7. Stabilizer
Jika tegangan listrik di rumah anda sering naik-turun, stabilizer adalah solusinya. Alat ini berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik, dengan cara menyimpannya pada stabilizer dan dialirkan ke beban elektronik (TV, kulkas, komputer, dll).

Baca Juga :
- Tips memilih dan Cara Pasang Stabilizer pada perangkat listrik

Stabilizer
8. kWh Meter
Setiap rumah yang dialiri listrik, pasti terpasang kWh meter. Alat ini berfungsi untuk mengukur pemakaian daya listrik di rumah tersebut. Kemudian hasilnya dicatat oleh petugas PLN untuk dibuat tagihan listrik.

kwh meter

Nah, demikanlah beberapa penjelasan dan kegunaan dari beberapa alat alat listrik yang terdapat di rumah. Diharapkan para sobat BintangTop.com bertambah wawasannya dan bisa menyalurkan ilmunya ke orang lain. Semoga bermanfaat ya guys !

Baca Juga :
- Cara Mudah menghitung biaya listrik rumah, biar bisa menghemat

Baca Selengkapnya…



Tutorial Baterai Seri & Paralel – Kelebihan dan Kekurangan

Jika para sobat BintangTop.com memiliki perangkat elektronik seperti senter, remote, radio mini, dan kalkulator. Pernahkah kalian memperhatikan bahwa baterai yang dipasang pada perangkat tersebut lebih dari satu.

Namun, apakah baterai itu dipasang secara rangkaian seri atau paralel / pararel ? Bagaimana cara membedakannya, dan apa perbedaan kegunaannya ?.

Pada artikel berikut ini, kita akan mengupas tuntas tentang pemasangan baterai tersebut. Yuk kita simak penjelasan di bawah ini:

Baterai, merupakan sumber energi listrik yang dapat disimpan. Prinsipnya adalah terjadi pengubahan energi kimia menjadi energi listrik. Baterai dapat dipasang secara seri dan paralel. Berikut adalah gambar rangkaian baterai yang dipasang secara seri:
rangkaian seri pada baterai
Berdasarkan gambar tersebut, apabila baterai dihubungkan secara seri maka tegangannya akan bertambah, yaitu sesuai dengan penambahan beda potensial dari masing-masing baterai tersebut. Kalian bisa mengujinya dengan cara melakukan pengukuran tegangan dengan AVOmeter (multimeter).

Namun, besar arus listrik yang tersimpan di dalam baterai bernilai tetap, jadi tidak meningkatkan kapasitas baterai ketika dihubungkan secara seri. Dapat juga dituliskan secara matematis, yaitu:

Vtotal= Vb1 + Vb2 + Vb3 + Vb4

Contoh:
Diberikan 4 buah baterai dengan masing-masing beda potensial sebesar 1.5 Volt dan kapasitasnya 500 mAh, yang akan dipasang secara seri, maka besar tegangannya adalah:

Vtotal = 1.5 V + 1.5 V + 1.5 V + 1.5 V
Vtotal = 6 V

Sedangkan pada baterai yang dipasang secara paralel, gambar rangkaiannya adalah sebagai berikut:
rangkaian paralel pada baterai
Berdasarkan gambar tersebut, apabila baterai dihubungkan secara paralel maka besar tegangannya tetap, sesuai dengan beda potensial masing-masing baterai. Kalian juga bisa mengujinya dengan multimeter, dengan cara pengukuran tegangan.

Perbedaannya adalah pada hubungan baterai paralel, arus listriknya akan bertambah sehingga akan meningkatkan kapasitas baterai. Dapat juga dituliskan secara matematisnya, sebagai berikut:

Itotal= Ib1 + Ib2 + Ib3 + Ib4

Mari kita menghitung kapasitas total baterai, berdasarkan contoh yang sama pada contoh rangkaian seri. Maka, diperoleh total kapasitas baterainya adalah:

Itotal = 500 mAh + 500 mAh + 500 mAh + 500 mAh
Itotal = 2000 mAh

Nah, seperti itulah perbedaan antara baterai yang dirangkai secara seri dan paralel.

Kesimpulan :
- Apabila kalian ingin meningkatkan tegangan baterai, maka baterai dipasang secara seri.
- Apabila kalian ingin meningkatkan daya tahan atau kapasitas baterai, maka baterai dipasang secara paralel.


Menurut kalian, apakah ada baterai yang dipasang seri sekaligus pararel ? Hayo, siapa bisa menjawab nih sobat BintangTop.com ? :)

Baca Selengkapnya…



Kumpulan Rumus Dasar Listrik AC untuk Ujian Sekolahmu

Jika pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang rumus-rumus dasar listrik pada arus searah (DC) pada kesempatan ini kita akan membahas tentang rumus-rumus dasar listrik pada arus bolak balik – Alternating current (AC).

Perbedaan antara arus bolak balik dengan arus searah DC adalah bahwa arus bolak balik AC tidak bergerak dari kutub positif dan negatif, melainkan  arah arus bisa berubah secara bolak balik.
Contoh penggunaan arus bolak balik adalah pada listrik rumah kalian (PLN), dimana jika kalian membolak balikkan steker (colokan) maka alat elektronik tersebut masih berfungsi bukan ?.
                     
Nah, dengan demikian rumus rumusnya juga berbeda, karena nilai tegangan pada arus bolak balik bisa berubah, jadi kita tidak bisa menggunakan rumus pada arus listrik DC.

Berikut ini penjelasannya.
Pertama-tama, untuk lebih memahami bentuk arus bolak balik secara visual, lihatlah bentuk gelombang dari arus bolak balik di bawah ini:

Berdasarkan gambar tersebut, bentuk arus bolak-balik adalah gelombang sinusoidal. Dimana pada gelombang tersebut terdapat puncak positif dan puncak negatif. Nilai puncak positif disebut juga sebagai tegangan maksimum (Vm).

Tahukah kamu berapa besarnya tegangan yang diberikan PLN ke masing-masing rumah?

Jawabannya adalah 220 V. Nah, apakah 220 V adalah tegangan maksimum? Jawabannya bukan itu adalah tegangan efektif. Tegangan efektif inilah tegangan yang bisa kalian ukur menggunakan multimeter atau AVOmeter.

Berikut ini adalah hubungan rumus matematis antara tegangan maksimum dan tegangan efektif.


Sedangkan untuk menghitung nilai arus maksimum dan arus efektif, berikut rumus matematisnya:


Pada arus bolak balik, dapat pula dihitung Tegangan rata-rata, rumusnya adalah sebagai berikut:


Begitu pula, Arus rata-rata, adalah sebagai berikut:


Bentuk rangkaian antara arus bolak-balik berbeda dengan arus searah, jika biasanya pada arus searah sumbernya adalah baterai, pada arus bolak balik simbol sumbernya menjadi sinusoidal. Berikut ini adalah contoh rangkaian arus bolak balik:


Berdasarkan gambar rangkaian di atas, maka persamaan tegangan dan arus sesaatnya adalah:

V = Vm . sin ωt
I = Im . sin ωt

Sedangkan hubungan antara tegangan maksimum dan arus maksimum adalah:

Vm = Im . R

Keterangan:
V = tegangan sesaat/waktu tertentu (V)
I = arus sesaat (A)
R = hambatan (ohm)
ω = kecepatan sudut (rad/s) = 2 . p . f
(frekuensi listrik indonesia = 50 Hz)


Demikianlah beberapa rumus dasar listrik pada arus bolak-balik. Saran untuk sobat BintangTop, berhati-hatilah dalam bermain atau menggunakan arus bolak balik ya, karena selain tegangan besar bisa menyetrum badan kita lho. Selalu minta bimbingan ahli atau orang tua dan gunakan alat pelindung diri. Semoga Bermanfaat!

Baca Juga, Artikel Sebelumnya :

Baca Selengkapnya…



Rumus Rumus Dasar Listrik DC, buat Bekal Ulangan Sekolah

Arus DC (Direct Current), atau arus searah merupakan arus negatif (elektron) yang mengalir 1 arah dari kutub positif ke kutub negatif. Contoh penggunaan arus searah adalah baterai, aki, power bank, dan adaptor listrik.

Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa rumus yang berkaitan dalam penggunaan arus searah. Diantaranya adalah Hukum Ohm, Hukum Kirchoff, dan Daya Listrik.
Para sobat BintangTop.com dapat menyimak penjelasan di bawah ini:

Hukum Ohm
Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh George Simon Ohm (1787-1854) melalui eksperimen nya, yang berbunyi Arus listrik (I) yang mengalir dalam kawat logam sebanding dengan beda potensial tegangan (V) yang diberikan pada kedua ujung rangkaian. Maka, secara matematis dapat dituliskan :

I ¥ V
Namun, besarnya kawat yang menghantarkan arus listrik tidak hanya bergantung pada tegangan (beda potensial) tetapi juga pada hambatan suatu kawat tersebut terhadap aliran elektron. Jika diibaratkan arus listrik dengan analogi aliran air, maka suatu hambatan merupakan dinding atau batu-batuan pada sungai, sehingga dapat mempengaruhi besarnya arus. Oleh karena itu, hambatan listrik juga dapat mengurangi besarnya arus. Maka, rumus tersebut disempurnakan menjadi:

I = V/R

Dimana R merupakan hambatan listrik dari suatu kawat penghantar atau komponen elektronik lainnya, V adalah beda potensial dan I adalah arus yang mengalir. Agar lebih mudah mengingatnya, kalian bisa melihat gambar di bawah ini:


Hukum Kirchhoff
Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) merupakan fisikawan jerman yang pertama kali memperkenalkan gagasan tentang analisis arus dan tegangan. Hukum ini terdiri dari Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II. Berikut adalah penjelasan kedua Hukum tersebut:

a. Hukum Kirchhoff I
Kirchhoff I menjelaskan tentang aturan analisis arus pada suatu rangkaian. Hukum ini juga disebut dengan KCL (Kirchhoff Current Law). Berikut adalah bunyi hukum Kirchhoff:

“Jumlah arus total yang masuk melewati titik percabangan adalah bernilai sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan tersebut”
Maka, secara matematis dapat dituliskan dengan:

ƩImasuk = ƩIkeluar
Agar kalian lebih memahami Hukum Kirchhoff II, maka dapat melihat gambar di bawah ini:


b. Hukum Kirchhoff II
Hukum ini juga disebut dengan KVL (Kirchhoff’s Voltage Law). Hukum Kirchhoff II berbunyi sebagai berikut:
“Jumlah total tegangan atau beda potensial di suatu rangkaian loop tertutup adalah bernilai nol”

Supaya lebih memahaminya, lihat ilustrasi di bawah ini:
Rumus Rumus Dasar Listrik DC, buat Bekal Ulangan Sekolah
Maka secara matematis dapat dituliskan dengan:

VR1 + VR2 –Vi = 0

Daya Listrik
Pernahkah kalian mendengar istilah daya listrik? Istilah ini ditunjukkan untuk mengetahui besarnya energi listrik atau pemakaian listrik, contohnya di rumah kita menggunakan daya 2200 Watt. Pengertian daya adalah energi listrik yang digunakan per satuan waktu.

Berikut ini adalah rumus daya:

P = V x I

Dimana P adalah daya listrik (Watt), V adalah tegangan (Volt) dan I adalah arus (A). Daya listrik juga digambarkan sebagai besarnya arus, hambatan dan tegangan listrik dalam satuan waktu.

Nah, begitulah beberapa rumus dasar listrik DC, semoga para sobat BintangTop.com bisa memahami seluruh rumusnya ya. Jangan lupa, sering-seringlah latihan soal, agar menjadi lebih pandai untuk mengerjakan soal soal dasar listrik.

Baca Juga, Artikel berhubungan :

Baca Selengkapnya…



2016/08/27

Cara Menghitung Biaya Listrik Rumah - Ayo Berhemat Listrik!

Jika para sobat BintangTop.com sering mengeluh akibat biaya listrik di rumah yang semakin meningkat atau jebol, sebaiknya cross check terlebih dahulu apakah selama ini pemakaian listriknya boros atau tidak, baik menggunakan listrik meteran / abonement maupun listrik pulsa.

- untuk sobat yang sudah menggunakan listrik pulsa, maka pulsa dibeli dengan harga sesuai Kwh nya, 
- sedangkan yang masih menggunakan listrik meteran, tentunya sering dikunjungi oleh petugas PLN yang datang ke rumah untuk mencatat atau memfoto kWh meter kalian. Tugas mereka adalah untuk mencatat berapakah jumlah daya yang telah kalian gunakan selama satu bulan.

Nah, pada tutorial kali ini … Kita akan mencoba mensimulasikan bagaimana perhitungan biaya listrik rumah. Yuk simak penjelasan di bawah ini :

Cara Menghitung Biaya Listrik Rumah - Ayo Berhemat Listrik!

Secara umum, perhitungan tarif listrik rumah adalah berasal dari jumlah daya per satuan jam atau kilowatt hour (kWh). Secara matematis, dapat ditulis dengan persamaan berikut: 

Electrical energy used (in kWh) = Power Rating of appliance (kW) x time (h) x fare (Rp) x 30 (1 month = 30 days)

Keterangan:
Power Rating of appliance = Total pemakaian daya listrik peralatan elektronik (kW)
Time = waktu pemakaian (h)
Fare = Tarif Dasar Listrik/ TDL

Berikut salah satu simulasinya :

Misalkan di rumah kalian memiliki :
- 4 lampu TL masing-masing 220V/20 watt menyala selama 8 jam/hari,
- 1 Setrika listrik 220V/200watt yang dipakai selama 2 jam/hari,
- 1 Penanak nasi 220V/150watt yang dipakai selama 3 jam/hari,
- 1 Televisi 220V/80watt menyala 4 jam/hari.

- Tarif Dasar Listrik (TDL) dari PLN sebesar Rp 1410,12 per kWh.

Berapakah jumlah pemakaian listrik (kWh) dan biayanya selama sebulan?

Jawab: 
a. Hitung jumlah pemakaian listrik (kWh) dalam sehari
Lampu: 4 x 20 watt x 8 jam = 640 Wh
Setrika: 1 x 200 watt x 2 jam = 400 Wh
Penanak nasi: 1 x 150 watt x 3 jam = 450 Wh
Televisi: 1 x 80watt x 4 jam = 320 Wh
Total pemakaian: 640 + 400 + 450 + 320 = 1810 Wh = 1,81 kWh

b. Hitung biaya listrik selama satu bulan
Total pemakaian dalam 1 bulan: 1,81 kWh x 30 = 54,3 kWh
Maka, biaya listrik dalam satu bulan:
Biaya: 54,3 kWh x Rp 1410,12 = Rp 76.569,52

*catatan: belum termasuk biaya administrasi, denda, pajak dll.

Selain itu, pada artikel ini juga ditampilkan update tarif dasar listrik yang dikeluarkan oleh PLN pada bulan agustus 2016. Tabel di bawah ini bisa menjadi referensi kalian. Berikut gambarnya:

TDL tarif dasar listrik - per KWH
Sumber : PLN 

Demikianlah cara menghitung biaya listrik di rumah, sederhana bukan?
Sekarang para sobat BintangTop.com bisa mencatat apa saja peralatan rumah yang kalian gunakan, daya listriknya, dan durasi pemakaian. Selanjutnya bisa kalian hitung simulasi biaya listrik di rumah kalian.

Tentu saja, perhitungan biaya listrik hanyalah langkah awal sebagai solusi untuk meringankan biaya listrik. Selanjutnya Kalian dapat berhemat dalam menggunakan listrik sesuai simulasi dan kebutuhan yang bisa kalian hitung dan tentukan sendiri.
Termasuk … matikan lampu di siang hari dan matikan televisi apabila tidak di tonton. Meskipun sepele, hal ini tentu bisa mengurangi pemakaian listrik. Semoga artikel ini bermanfaat ya sobat!

Baca Juga, Artikel Berhubungan :

Baca Selengkapnya…



2016/08/23

20 Kerajinan Tangan Kain Flanel – Lengkap dgn Cara Membuat

BintangTop.com - Sudah pada tahu kan yang namanya kain flanel ? kalau belum, silakan bro/sis baca dulu item nomor 1 di bagian bawah, tentang … mengenal jenis, harga, dan kelebihan kain flanel, atau ada yang menyebut kain panel, flannel, planel :)

Kerajinan tangan dari kain flanel memang sangat menyenangkan, dengan dominasi warna yang beraneka ragam, seperti cara membuat bunga dari kain flanel, bikin sendiri gantungan kunci dari flanel, kerajinan bros / aksesoris untuk souvenir pernikahan, sampai dengan bantal, sarung Hp, dompet unik, serta mainan dari kain flanel…

Berikut adalah aneka artikel berkaitan dengan DIY Flanel, yang pernah dimuat di bintangTop.com , para sobat dapat memulai dengan yang mudah mudah dulu hingga sampai yang lebih rumit namun hasilnya lebih yahud,

Semoga dapat menambah minat dan kreativitas sobat dalam bidang seni dan kerajinan  flanel yang dapat menjadi peluang bisnis menarik.


Koleksi Kerajinan Tangan dari Kain Flanel – DIY Felt

(btw, tidak semua kerajinan kain flanel perlu menjahit, banyak juga kok hanya dengan main lem)


bikin sendiri gantungan kunci cinta dari kain perca flanel


cara bikin ornament ciecle crop dari kain flanel



cara membuat dompet dari kain flanel



pin cushion


19, 20 … Related Articles … In Progress …

Silakan praktekkan / pilih yang mudah dan sederhana dulu, selanjutnya sobat dapat semakin cepat dan mahir dalam pembuatan kerajinan tangan apapun dari kain flanel ini.

Bila diseriusi, Kerajinan flanel ini banyak yang telah menjadi mata pencaharian para pengrajin dalam membuat aneka barang / seni yang bermanfaat sehingga dapat dijual dan cukup laku keras di pasaran.

Para mahasiswa dan ibu rumah tangga pun juga tak mau kalah dalam mengambil peluang bisnis yang tidak begitu sulit ini, semisal mengerjakan order pembuatan barang barang unik dari kain flanel untuk menambah penghasilan / uang saku mereka.

Silakan Bookmark, karena Update artikel terkait akan terus bertambah setiap saat.
Silakan Share, Agar bermanfaat bagi para sobat kalian lainnya.

--- ---
NOTES :
Kesemua artikel adalah tulisan kami, dilarang menampilkan di media lain tanpa menyertakan sumber / link aktif menuju BintangTop.com

- Sebagian gambar adalah ilustrasi semata dalam memahami tutorial, Kami Tidak menjamin hasil buatan sobat akan sama dengan yang ada di artikel, semua tergantung sesuai alat, material, dan kondisi yang berbeda.

Baca Selengkapnya…